
Mari kita bisukan mulut
Dari memperkatakan yang sia
Kerna bisa yang sia membawa sial
Mari kita tulikan telinga dari kazab dunia
Agar bisa kita dengari kemerduan azan Bilal di syurga
Ayuh kita kita butakan mata dari kefasadan yang mengancam
Agar bisa kita melepas kerinduan kepada Nabi
Saat mata dipilih menatap kemuliaan wajahnya
Mari kita tinggalkan langkah yang pasti membawa binasa
Lalu kita gantikan dengan ayunan langkah jihad
Buat mahar meraih syurga
Mari kita hentikan kemaksiatan
Dari nikmat tangan yang dikurnia Tuhan
Agar dapat kita teguk lazatnya air di telaga kauthar
Dari piala indah yang tidak tergambar
Wahai lelaki yang lalai dengan pesona wanita
Sedarlah cantik mereka sementara cuma
Kaya mereka ke kubur jua
Bijak mereka belum tentu memberi bahagia
Tegarkan dirimu menjadi peminang bidadari syurga
Wahai wanita yang alpa dengan sapa lelaki
Kita terhutang budi pada Sang Nabi
Dimuliakan wanita tika terhina
Jauhilah diri dari terhumban di jurang kehinaan
Engkau berhak menjadi ketua bidadari
Maaf bukan kerna cantik nan halusnya wajahmu
Tapi kerna mulus akhlaq yang terbias dari sucinya hatimu
Untuk jiwaku dan jiwamu
Mari kita didik hati yang liar
Kembali ke jalan yang benar
Hingga kita bertemu yang dijanjikan
"Redha Tuhan"
Lalu sang hamba sujud kepada Rabbnya
Menangis penuh kesyahduan
Berbicara Allah pada hamba yang telah diredhaiNya
"Bangunlah, sekarang bukan lagi masa untuk kalian beribadat kepadaKu"
Allhu Rabb
Pimpin kami
Redhai kami
Dari memperkatakan yang sia
Kerna bisa yang sia membawa sial
Mari kita tulikan telinga dari kazab dunia
Agar bisa kita dengari kemerduan azan Bilal di syurga
Ayuh kita kita butakan mata dari kefasadan yang mengancam
Agar bisa kita melepas kerinduan kepada Nabi
Saat mata dipilih menatap kemuliaan wajahnya
Mari kita tinggalkan langkah yang pasti membawa binasa
Lalu kita gantikan dengan ayunan langkah jihad
Buat mahar meraih syurga
Mari kita hentikan kemaksiatan
Dari nikmat tangan yang dikurnia Tuhan
Agar dapat kita teguk lazatnya air di telaga kauthar
Dari piala indah yang tidak tergambar
Wahai lelaki yang lalai dengan pesona wanita
Sedarlah cantik mereka sementara cuma
Kaya mereka ke kubur jua
Bijak mereka belum tentu memberi bahagia
Tegarkan dirimu menjadi peminang bidadari syurga
Wahai wanita yang alpa dengan sapa lelaki
Kita terhutang budi pada Sang Nabi
Dimuliakan wanita tika terhina
Jauhilah diri dari terhumban di jurang kehinaan
Engkau berhak menjadi ketua bidadari
Maaf bukan kerna cantik nan halusnya wajahmu
Tapi kerna mulus akhlaq yang terbias dari sucinya hatimu
Untuk jiwaku dan jiwamu
Mari kita didik hati yang liar
Kembali ke jalan yang benar
Hingga kita bertemu yang dijanjikan
"Redha Tuhan"
Lalu sang hamba sujud kepada Rabbnya
Menangis penuh kesyahduan
Berbicara Allah pada hamba yang telah diredhaiNya
"Bangunlah, sekarang bukan lagi masa untuk kalian beribadat kepadaKu"
Allhu Rabb
Pimpin kami
Redhai kami
5 comments:
salam kerinduan&sayang dari sahabat mu....lama xdengar khabar ukhti...entri yg bagus sesuai untuk jiwa2 yang dahagakan kata2 semangat yg menyedarkan jiwa yg selalu dikuasai oleh nafsu...barakallahukfik ya ukhtiku..jg diri..salam syahid fisabilillah... :-)
slm
terlebih2 lg ia sebenarnya utk jiwa yang gersang ini:(.Doakan ana.
ukhti ok x ni??
rindukan perjuangan dgn sahabat2 di KUIS dulu ker??
sila la ke blog ana,ana ada lagu khas ukhti...
http://nurulimanjundullah.blogspot.com
Arigato.Tp yg lebih akak berkenan dr lagu, badge yg kat blog nabila:)mcm gambar p.cik akak je dlm badge 2..Hu!hu!mane dapat?Manusia yg plg malang adalah manusia yg mati jiwanya sebelum jasadnya terkaku. Moga Allah suburkan jiwa kt dgn rahmat dan kasih sayangNya.
emmm,saya dapat dr iluv islam...klu xsilap la...akak bila nak dtg kuis?? rindu nak jmpa dgn akak...jg diri yer..jg diri,iman & amal...semoga menjadi mujahidah yang terhebat...ameen... :-)
Post a Comment